Sekelumit Cerita Tentang LDII

*prologue:
cerita dan kisah mengenai ‘kesesatan’ LDII
sudah sering aku dengar.
Bahkan sudah terbit ‘buku putih’ dari MUI yg menyatakan kesesatan LDII.
Aku sendiri sudah mendapat info yg cukup berimbang dari seorang ulama yang mendapat undangan dari LDII. Insya ALLOH info tersebut akan aku muat di lain waktu. Untuk sementara, silakan membaca artikel yg dikirim oleh seorang sahabatku…sebut saja mas C. Selamat menikmati. ps: ada perubahan pada cerita ini, untuk memperjelas cerita  & hanya untuk perbaikan ejaan saja…*

Assalammualaikum wr wb.
Bismillahirrohmannirrrohim.

Terima kasih sebelumnya untuk dimuatnya pengalaman saya di blog ini. Mengenai tulisan ini adalah berupa pengalaman pribadi yang pernah saya alami kira – kira 4-5 tahun yang lalu. Saya sebagai orang awam sengaja menuangkan tulisan ini tanpa berniat memprovokasikan suatu lembaga maupun organisasi, karena saya hanya ingin berbagi kisah kepada para sahabat Islam lainnya.

LDII ( Lembaga Dakwah Islam Indonesia )

Awal saya mengetahui organisasi ini, informasinya saya dapatkan dari mantan pacar saya (sebut saja N) yang memperkenalkannya.

Beberapa bulan semenjak saya berpacaran, pada suatu saat, N tiba2 ingin membicarakan sesuatu yang sangat penting yang berkaitan dengan agamanya, sebenarnya saya sudah sangat bingung apa yang dikatakan N “ingin membicarakan sesuatu yang sangat penting yang berkaitan dengan agamanya “ dari fisik dia ( N mantan saya ) menggunakan jilbab, kitabnya Al Qur’an agamanya Islam, lalu ada apa dengan agamanya, bukannya kita sama-sama beragama islam pikir saya.

Singkatnya N menjelaskan kepada saya bahwa :
Islam yang saya anut adalah kafir, sedangkan Islamku adalah yang benar, dengan banyaknya semua aliran Islam di dunia, yang benar-benar Islam yang diterima oleh Alloh adalah Islamnya LDII kata N menerangkan, bahkan ibumu (ibu saya ) yang melakukan ibadah dan mengaji, N mengatakan kalau itu semua adalah pekerjaan yang sia-sia, dan tidak berguna sama sekali.

“ Islam yang sebenar-benarnya diterima oleh Alloh adalah Islamnya LDII. “

“Islammu adalah salah. Kita memang sama-sama berdoa kepada Alloh, tapi yang membuat Islammu tidak diterima adalah karena berpatok dengan Muhammad. Muhammad sudah sangat sangat lama meninggal, kenapa kamu masih menjadikannya panutan?” ini adalah kalimat yang tak terlupakan di kuping saya hingga sekarang.

Emosi saya ketika itu juga meledak, karena sebegitu gampangnya N sebagai anggota dari LDII jelas jelas menghina nabi saya, nabinya para umat Islam.

Coba kamu bayangkan, maukah seorang masyarakat mempunyai pemimpin yang sudah meninggal, rasanya tidak! Tentunya masyarakat tersebut harus memiliki seorang pemimpin yang masih hidup, disini kami menyebutnya imam, sebagai gantinya nabimu yang sudah lama wafat. ( sampai disini, si N kemudian melanjutkan mebicarakan harta kekayaaan imamnya, serta canggihnya fasilitas masjid mereka dll. )

Jujur saja…kami sebagai Anggota LDII halal hukumnya untuk membunuh seluruh umat islam diluar LDII, (Makruh).

N kemudian berkisah, LDII pada jaman dahulu adalah lembaga yang dimusuhi oleh banyak masyarakat, maka itu organisasi ini bersembunyi dan menutup diri, LDII kemudian berlindung dari serangan orang-orang yang memusuhi dengan berlindung di bawah rezim s****o, maka setiap pemilu kami selalu memilih g**** agar dapat bertahan terus, supaya kami selalu terjamin, terlindungi dan terjaga.

“Ok, temukan saya dengan Imam mu, rasanya saya sangat ingin berbicara langsung dengan si pemimpin LDII ini.”

“Imam kami sibuk kalau ingin bertemu harus membuat janji”, kata N.

“Baiklah, tolong atur waktunya kapan saja saya siap, saya sangat ingin berbicara dengannya”, kata saya.

“Rasanya tidak bisa beliau sangat sibuk berkunjung ke daerah daerah.”

“Kalau begitu saya mau datang ke pengajianmu.”
*N selalu menjawab penuh dengan alasan dan penolakan*

“Percuma karena kami tidak pernah melakukan dakwah di setiap pengajian-pengajian yang diselenggarakan.”

“Lalu kenapa kamu cerita ini semuanya kepada saya?”

“Ini karena hubungan kita sudah diketahui oleh seluruh anggota pengajianku (kata si N) sebelumnya aku dinasehati oleh mereka untuk memberitahukan
ini kepada mu, untuk bergabung dengan kami apabila kamu ingin melanjutkan hubungan ini.”

“Setelah itu….?” (kata saya )

“Apabila kamu telah direstui dan di bai’at oleh imam kami, kamu harus pindah
dari rumah ini ( rumah ibu saya ) asumsi mereka mengatakan apabila saya masih tinggal di rumah orang tua saya dan ketika itu posisi saya sudah di bai’at”
*Ke-Islaman saya tidak akan afdol dengan alasan karena saya masih satu atap dengan orang kafir yang ucap si N.*
“Bagaimana mau apa tidak ?”

Jujur hati saya sangat terluka saat itu. Setelah beberapa hari saya merenung akhirnya saya ceritakan semua kepada ibu saya…kami membahas ini berhari-hari, saya sempat teringat apa yang pernah diucapkan oleh N, mengenai buku yang menentang pergerakan LDII teringat itu saya langsung saja mencari informasinya, di toko buku. Alhamdullilah apa yang saya cari berhasil saya temukan, termasuk pengalaman yang agak aneh.

Beberapa kali setiap saya berkunjung dan menemukan buku ini, pasti di tumpukan buku paling atas selalu saja dalam keadaan terbalik, seperti ada yang sengaja membalikkan buku ini, kemungkinan agar pengunjung maupun pembeli tidak ada yang membacanya, namun di balik ini, Alhamdullilah Alloh telah membuka pikiran dan hati saya. Semenjak membaca buku-buku seperti ini saya juga mulai memperbanyak pengetahuan tentang Islam.

Berbulan bulan lamanya sejak saya mulai dikenali aliran LDII dan tanpa ada
sambutan bahkan siraman rohani dari golongan ini, dan akhirnya si N pun datang untuk memberikan sebuah keputusan yang memang saya nantikan. Namun berita yang disampaikan sangatlah mengecewakan, saya dinyatakan tidak diterima oleh anggota mereka, dengan alasan bahwa saya adalah seseorang yang berwatak keras, ditakutkan menentang setelah dibai’at.

Artinya saya adalah seorang yang dilahirkan ke dunia untuk menjadi manusia yang kafir untuk selamanya. Aliran ini seperti mesin pencuci otak, sejak saat dicampakkan saya mulai ditinggalkan N dan dibiarkan kehilangan pondasi dalam hidup dan bisa dikatakan saya sempat meragukan Islam, belum lagi dengan adanya perubahan drastis pandangan dari warga sekitar.

Tiba-tiba saja saya bisa terkenal di lingkungan itu namun lebih ke sisi negatifnya, saya sangat yakin ini seperti sudah diatur, saya tahu ini dimaksudkan untuk melindungi si N dari saya, menjadi sebuah pertanyaan untuk saya pribadi, apakah ini hidup seorang kafir dalam menghabisi umurnya didunia, LDII menghancurkan hidup saya.

Namun Alloh sayang kepada umat-Nya termasuk kepada saya. Di saat depresi dan paranoid yang hampir membuat saya gila, dimana ketika saya benar-benar sendiri dan kehilangan pegangan hidup, saya justru merasakan Alloh sangat dekat kepada saya.

Dan kini saya sangat yakin 100% bahwa apa yang telah saya alami ini adalah hidayah yang Alloh berikan untuk saya, ini adalah salah satu pengalaman yang paling berharga untuk saya…

Selain pengalaman pribadi saya ini, saya juga mencocokkan dengan pengalaman orang-orang yang pernah bergabung dengan LDII dan rata-rata memang ada banyak persamaan dengan yang saya alami, saya juga sempat berdialog dengan beberapa kawan mengenai LDII, dan memang benar adanya apabila LDII berpatokan kepada para imamnya.

Misalkan untuk wilayah di timur dan di barat, dipastikan setiap wilayah memiliki imamnya sendiri-sendiri, jadi terkadang ada peraturan yang tidak sama tiap masing masing wilayahnya.

Beberapa peraturan LDII yang pernah saya dengar dan rasakan :
1. Muslim di luar LDII adalah najis ketika melakukan sholat di rumah seorang LDII, (saya telah membuktikan dengan mata kepala sendiri, memang benar setelah saya sholat, ruangan itu langsung dibersihkan, dipel dsb.)

2. Haram merokok (bukan makruh)

3. Haram melakukan onani, namun untuk menghilangkan dosa ( pengakuan dosa ) adalah membayar ganti rugi berupa uang kepada yayasan.

4. Halal membunuh umat Islam di luar LDII

5. Larangan memberi dan menjawab salam untuk muslim di luar LDII

6. Tidak ada dakwah di dalam pengajiannya, (namun ada beberapa wilayah yang pengajiannya yang dibarengi dengan dakwah namun sangat tertutup sekali).

Sebagai umat Islam saya sangatlah bersedih atas ini, namun saya sendiri tak mampu berbuat apa-apa tentang ini, Sekali lagi saya tidak bermaksud memperkeruh keadaan, namun faktalah yang harus berbicara, saya hanya ingin menyampaikan kepada para sahabat termasuk orang-orang awam seperti saya ini untuk selalu berhati-hatilah kita melangkah menuju jalan yang di ridhoi Alloh, selalu berpegang kepada AL’QURAN dan HADIST.

Wassallammuallaikum wr.wb.
Dari seseorang Hamba alloh.

———————————————-
Sumber: http://zikri431.multiply.com/journal/item/20

Bambang Irawan dkk Insyaf

Ldii Alhamdulillah, saya dapat menghadirkan sebagian kisah nyata yang bersumber dari buku “Bahaya Islam Jama’ah LEMKARI LDII”, oleh LPPI (Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam)Mereka yang Insaf dan Keluar dari LDII (kami contohkan lima orang saja)

ditulis oleh: tim LPPI (Lembaga Pengkajian Paham Islam)

———–

K.H. Achmad Subroto

Ia seorang pengasuh pesantren mini yaitu Al-Fatah dengan santri 20 orang, di Desa Banjarmasin, Kec. Buduran, 5 km dari kota Sidoarjo, Jawa Timur. Belajar Al-Qur’an dan hadits pertama kali lewat Nurhasan Al-Ubaidah, dan dalam tempo 6 bulan sudah menjadi kader.

Suatu ketika ia menanyakan masalah kepada Nurhasan Al-Ubaidah: “Kenapa Nurhasan yang sudah amir kok malah memberi contoh tindakan yang berlawanan dengan syari’at, yaitu bercanda dan berbicara cabul dengan wanita?” Nurhasan jadi berang, maka kemudian: “Saya disuruh tobat 50 hari 50 malam, dan dilarang mengikuti pengajiannya selama itu dan diharuskan bai’at lagi.” Tak lama setelah peristiwa itu, Subroto keluar dan sadar.

Rina Wien Kusdiani

Ia terlibat Islam Jama’ah/LDII pada tahun 1977 ketika seorang temannya datang memperkenalkan pengajian kepadanya. “Saya saat itu sangat ingin mempelajari agama. Kok datang temen saya, dan pengajarannya bagus,” kata Rina.

Akan tetapi setelah lama kemudian ia merasa seperti yang dikatakannya, “ada yang tidak beres dalam ajaran yang saya peluk ini.” Tutur Rina yang berkaca mata itu: misalnya soal keamiran yang menurut dia mirip kepausan (Katolik), juga pemaksaan pajak 10% dan pengafiran kepada orang lain yang tidak sealiran. Rina mengaku pernah 2 kali menghadap imam Nurhasan yang dikiranya bisu itu, di kompleks Islam Jama’ah/LDII di Karawang. Adapun kebisuan Nurhasan itu terjadi setelah peristiwa Malang: ia dipermak di sana, dengan ilmu ghoib segala, akibat melarikan gadis cantik kemenakan CPM ke Garut (TEMPO, 15 September 1979). Rina berkomentar, “Saya lihat orangnya kelihatan agak sok.” Rina juga mengaku pernah diintimidasi setelah keluar dari aliran sesat ini. “Tapi saya tidak takut.” Keyakinannya kini: “Kita kini harus terbuka, dan dalam mencari kebenaran harus melalui proses yang wajar.”

Bambang Permono

Pada tahun 1977 ia masuk Islam Jama’ah/LDII dan tahun itu pula dibai’at. Ia keluar dari aliran sesat ini karena beberapa peraturan yang dibuat amir tidak mungkin lagi diterimanya: pada waktu itu tidak boleh mendengarkan radio, nonton tv, baca koran, majalah dan lain-lain. Mungkin sekarang ini peraturannya sudah berganti dengan lunak. Tahun 1979 ia sudah mau keluar setelah ada peristiwa ramai-ramai Islam Jama’ah. Ketika itu ia pimpinan masjid di Cempaka, ia berada tak jauh dari masjid dekat rumah Benyamin di Kemayoran yang digerebek rakyat (TEMPO, 15 September 1979). Nah, Bambang saat itu ingin bertemu amir untuk minta pendapat: bagaimana jalan keluarnya kalau aksi masa merembet ke Cempaka. “Kok imamnya pada ngumpet. Batang hidung mereka tidak kelihatan. Padahal itu belum lagi masalah besar. Lalu bagaimana kalau yang lebih gawat terjadi?” Bambang ambil kesimpulan: pengurus tidak bertanggung jawab. “Di dunia sudah tidak berani menjamin apalagi di akhirat.”

Debby Nasution

Debby N. yang Juga Pernah Terjebak di LDII

Debby N. yang Juga Pernah Terjebak di LDII

Selebritis, pencinta lagu dan yang tergabung dalam group Achmad Albar, God Bless ini, termasuk tenaga militan Islam Jama’ah/LDII. Sebagian besar aktivitasnya, mulai dari ia masuk Islam Jama’ah sejak umur 18 tahun, diperuntukkan mengaji. Boleh dibilang Debby anak emas Ubaidah dan ini diakuinya.

Toh dia memberontak. Masalah pokok yang dia bahas kemudian ditentangkan pada amirnya, adalah soal keamiran dan bai’at dalam Islam. Tapi mengapa tidak sejak dulu? “Dulu itu darah muda,” katanya. Kemudian Debby mengaji kepada ustadz-ustadz lain dan akhirnya menemukan kepalsuan-kepalsuan hadits yang dijejalkannya selama ini. Beringas memang ciri Islam Jama’ah. Memaki kepada yang bukan Islam Jama’ah dengan sebutan babi, anjing, adalah lumrah. Menurut Debby, “Apa begitu moral Rasulullah?” Dan kata-kata itu diucapkan di masjid!

Bambang Irawan Hafiludin

Bambang Irawan Sang Tangan Kanan Ubaidah

Bambang Irawan Sang Tangan Kanan Ubaidah

Ia adalah orang kedua setelah Nurhasan Ubaidah Lubis. Bahkan pernah menjadi menantunya. Ayah 15 anak kelahiran Pamekasan Madura itu mengaku, sejak usia 20 tahun sudah bersimpati kepada aliran ini yang waktu itu masih bernama Darul Hadits. Memang demikian kuatnya pengaruh Nurhasan Ubaidah, menurut Bambang, sampai-sampai orang bersedia menelan ludahnya. “Alhamdulillah, saya tidak sampai berbuat begitu,” ujarnya. Caranya orang itu menguap, kemudian Ubaidah meludahi mulutnya. Konon agar mudah mencari ilmu.

Proses kesadaran timbul setelah pergi ke Makkah 1974. Di Makkah, ia dan rombongan tidak cuma naik haji tetapi juga belajar memperdalam Al-Qur’an dan hadits kepada beberapa ulama. Di Saudi memang usaha Darul Hadits mendapat pujian. Tetapi setelah diceritakan bagaimana prakteknya, ulama Syaikh Abdul Aziz malah berang.”Ini namanya pekerjaan dajjal,” ujar sang ulama Saudi itu. Bambang menyatakan resmi keluar dari aliran sesat ini awal Desember 1982. Setelah 23 tahun mabuk & tersesatkan di LDII. Bambang mengatakan bahwa tenaga teras aliran sesat ini umumnya hebat, semangatnya tinggi bisa baca kitab. Sayangnya mereka masih dalam biusan dajjal Madigol (Nurhasan Ubaidah).

Menelusuri Sejarah Silam, Menemukan Kilau Islam

Posted on August 21st, 2007 in Kata Kamu by lingkarpenahalim


Pelajaran Berharga Untuk Anak-anak Kita

Sesungguhnya, pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal” (Q.S. 12:111)

George Mc Turnan Kahin, dalam Nationalism and Revolution Indonesia, tiga faktor terpenting yang mempengaruhi terwujudnya integritas nasional adalah: Pertama, agama Islam yang dianut oleh mayoritas bangsa Indonesia. Kedua, agama Islam tidak hanya mengajari berjamaah, tetapi juga menanamkan gerakan anti penjajah. Ketiga, umat Islam menjadikan bahasa Melayu yang banyak diperkaya kosakata Arab sebagai senjata pembangkit kejiwaan yang sangat ampuh (the terrible psychological weapon).

Keniscayaan sejarah yang sering tidak kita sadari adalah merupakan reinterpretasi para penulisnya. Ideologi dan kepentingan penulis sangat mempengaruhi apa yang ditulisnya.

Namun, hal itu seharusnya tidak menjadi alasan pembenaran fakta yang sengaja disembuyikan sehingga jadi bagian dari pembodohan bangsa dan pengajaran yang tidak bertanggung jawab.

Setiap zaman akan terbaca sisi lain yang pada masa sebelumnya tidak terbaca. Misalnya, secara kuantitas betapa besarnya jumlah masjid di Indonesia, tetapi dinilai tidak memiliki dampak apapun dalam perkembangan bangsa.

Umat Islam terbaca berkondisi sosial ekonomi sangat lemah. Padahal Belanda datang dengan nama VOC dan Inggris dengan nama EIC tidak lain karena dengan pendekatan kepentingan berdagang, mereka yakin bisa mudah berinteraksi dengan bangsa Indonesia yang mayoritas muslim dan memiliki budaya wirausaha yang kuat saat itu (Suryanegara, 1995:10)

Banyak pahlawan Indonesia merupakan muslim yang taat. Umumnya mereka melawan penjajah bukan karena semangat nasionalisme yang memang belum dikenal masyarakat primordial saat itu. Mereka umumnya gugur sebagai syuhada yang menolak agamanya dihinakan, rakyatnya dijajah dan kekayaan negerinya dijarah.

Ironinya, sejak SD kita dipaksa mempercayai mereka sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional yang rela mati demi kemerdekaan tanah air tanpa perlu tahu komitmen Islam yang berkobar di hati mereka sebagai jundullah (prajurit Allah).

Diponegoro, misalnya, dipercayai sebagai seorang kejawen. Dr. Tjipto Mangunkusumo menyatakan, keris Diponegoro hanya sebagai lambang semata. Dalam setiap pertempuran Diponegoro tidak pernah menghunus kerisnya, tetapi justru selalu membacakan Al Qur’an sebagai pembangkit semangat rakyatnya.

Si Singamangaraja XII, pahlawan batak, juga seorang muslim. Kristenisasi berbau politik di Tapanuli-lah yang membuat Si Singamangaraja XII maju menjadi pejuang Islam yang gugur sebagai syuhada.

Sunda Kelapa yang kini kita kenal dengan Jakarta, merupakan ungkapan syukur Fatahillah atas kemenangan Islam. Nama ini sengaja diambilnya dari Surat Al Fath ayat 1: “Inna Fatahna laka Fat-han Mubina” (Sesungguhnya Kami telah memberikan kemenangan yang nyata). Dari surat ini pula nama Jakarta berasal, yakni Fat-han Mubina (Kemenangan Paripurna=Jayakarta=Jakarta).

Bahkan, sejarah melabeli Kartini sebagai seorang feminis. Surat-surat radikalnya yang menentang poligami dan anti pernikahan menjadi senjata feminis untuk mencaplok nama Kartini sebagai i-con feminis. Padahal, surat-surat itu adalah pemikiran Kartini remaja yang perlu ditelusuri bias-biasnya dan bukannya menjadi alibi legalitas stereotype nama Kartini.

Kartini mengkritik tajam usaha kristenisasi Jawa, termasuk pada dirinya. Justru sebaliknya, Kartini adalah akhwat sejati pertama-tama di zamannya. Atas inisiatifnya, umat Islam Jawa berkesempatan mengetahui terjemahan Al Qur’an dalam bahasa Jawa.

Pergulatan spiritual yang luar biasa dalam hatinya, mengantarkan Kartini dewasa pada fitrahnya yang hakiki. Menjadi hamba Allah. Dikatakannya, cahaya Al Qur’an-lah yang membawa dirnya dari keadaan gelap gulita menuju cahaya terang benderang Minazh zhulumati ilan nur (Q.S. 2:257). Bagi seorang hanif secerdas Kartini, bukan tidak mungkin ia berjilbab jika penulusurannya pada Al Qur’an sampai pada Al Ahzab 59.

Masih begitu banyak lagi pahlawan Indonesia yang bangga gugur sebagai syuhada. Kita tentu tidak mudah melupakan Jendral Ahmad Yani, Sutan Syahrir, Agus Salim, Mohammad Hatta dsb.

Sejarah bahkan mengenyampingkan bahwa perumus awal Pancasila dan UUD 1945 dihasilkan dari konsep pemikiran lima pakar Islam, diantaranya tokoh NU dan Muhammadiyah. Sayangnya karya dan peristiwa yang bersejarah ini tidak dikenal. Umumnya kita lebih mengenal Piagam Jakarta.

Begitu banyaknya peran umat Islam yang luput dari catatan sejarah. Termasuk didalamnya peran signifikan pesantren. Clifford Geertz dalam Islam: Observed Religious Development in Morocco and Indonesia menyatakan antara lain pesantren selain mengajarkan pembaruan Islam dengan membersihkan agama Islam dari pengaruh adat, juga mengakibatkan terwujudnya komunitas baru antara haji, ulama, santri dan pedagang. Kelompok ini tidak hanya anti adat tetapi juga anti imperialis.

Ironinya, kita berani mengeluarkan biaya besar untuk menyemarakkan HUT RI maupun Maulid Nabi Muhammad, tapi tidak pernah tertarik membeli buku-buku sejarah, sirah maupun tarikh. Apalagi bersedia memberikan dana penelitian dan penulisan buku-buku tersebut. Sementara kita sibuk menghimpun asap sejarah yang berserakan, api sejarah telah menggelora di umat lain.

ditulis Oleh Efa, teman FLP saya di Surabaya.
Email:
efa_fillah_machfud@yahoo.com

Anom, Jago Robot itu Lulus Cumlaude

Posted on August 21st, 2007 in Profil & Tokoh by lingkarpenahalim

Tidak pernah terbayangkan sebelumnya di benak Adnan Rahmat Anom Besari kalau dirinya akan menjadi seorang ahli robot. Sejak kecil mahasiswa yang akrab dipanggil Anom ini bercita-cita ingin menjadi dokter, akan tetapi cita-citanya itu berubah semenjak dirinya diterima di Polteknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS-ITS). Setelah dua kali memperkuat Tim Robot ITS, kini mahasiswa yang akrab dipanggil Anom itu akan diwisuda September mendatang dengan predikat Cumlaude. Kampus ITS, ITS Online - Semenjak SMA, Anom sebenarnya ngebet untuk dapat menjadi seorang dokter. Bahkan beberapa kali dia mengikuti agenda-agenda yang diadakan oleh Fakultas Kedokteran Umum (FKU) Universitas Airlangga Surabaya. "Saya dulu pernah mengikuti olimpiade IPA Kedokteran di FKU Airlangga, saya dapat juara 1 untuk wilayah Jatim. Namun saya gagal untuk tingkat nasional," ungkap Anom.

Niat putra pasangan Soedjianto dan Nolo Sulasmi tersebut berubah saat dirinya melihat kampus PENS-ITS. "Saya merasakan lain saat melihat kampus PENS ITS. Disini saya melihat segala kreatifitas dapat dikembangkan, terutama robot, itulah yang membuat saya tertarik, dan Alhamdulillah saya diterima di PENS," jelasnya.

Mahasiswa kelahiran Surabaya 10 September 1985 tersebut dengan giat menempuh pendidikan di jurusan Teknik Informasi PENS ITS. Ini terbukti dengan serangkaian prestasi yang ia peroleh selama menempuh pendidikan di PENS ITS. Dua kali dirinya memperkuat Tim Robot ITS di Kontes Robot Indonesia (KRI) dan Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI). "Robot kami, ASKAF-i meraih juara 1 di KRI tahun 2005 lalu. Dan di tahun 2006 AL-ASHRY mendapat juara I untuk kategori KRCI," kata Anom.

Rencananya, Anom akan melanjutkan ke jenjang D4 di bidang Elektronika. "Selama 3 tahun saya bergelut di bidang IT, kini saya akan mencoba di bidang elektronika. Saya akan lebih memperdalam elektronika di bidang robotika, ini untuk melanjutkan dari apa yang sudah saya dapatkan," kata Anom.

Untuk melanjutkan studinya tersebut, Anom tak dikenakan biaya sepeserpun."Saya melanjutkan ke D4 itu bondho awak thok (modal badan saja, Red), nggak pakai duit. Ini salah satu penghargaan ITS kepada saya, terima kasih ITS," ujar Anom. Selanjutnya Anom pun berencana untuk menempuh pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Anom berkeinginan untuk ke depannya akan menjadi seorang dosen.

Selain mengukir prestasi akademis, kegiatan Anom juga bertumpuk di dalam maupun luar kampus. Saat ini, alumnus SMA 5 Surabaya ini juga menjadi Sekretaris Umum Uswah Student Centre Surabaya. Selain itu dirinya juga aktif di Unit Kegiatan Kerohanian Islam (UKKI) PENS ITS.

Ditanya bagaimana dirinya membagi waktu, Anom menjawabnya sambil tersenyum. "Biasanya saya maksimalkan waktu kuliah saya, jangan sampai di saat kuliah saya nggak mengerti pelajarannya. Jadi selama berhadapan dengan dosen, saya maksimalkan waktu tersebut," kata Anom

sumber : http://www.its.ac.id/berita.php?nomer=3084

Demam MLM

Posted on July 31st, 2007 in Saya Punya Pembicaraan nih... by lingkarpenahalim  Tagged

Waa…

keluarga saya sedang gandrung MLM nih… Ada yang ikut unicore, Perfect, Voucherkey, Bali Noni, Melia Nature, Ahad Net, Tianshi.

Apakah hasil yang bisa dilihat dari bisnis jaringan saudara2 saya ini?

Ada yang sekarang udah bintang sekian, ada juga yang belanja produknya rajin karena rajin menawarkan dengan penuh semangat, ada yang dapat bonus lumayan di awal, ada yang jadi rajin dan tekun ikut seminar. Sayapun tidak luput dari segala ajakan mereka. Wuih! Dua jempol deh, buat semangat2 mereka!

Saya sendiri pernah ikut Pulsa Nusantara & Voucher Key. Hasilnya? Saya tidak seriuskan. Entahlah, ada rasa tidak semangat ketika menjalaninya. Sepertinya saya cenderung berpikir ada yang lebih penting dibanding itu semua. Sebetulnya saya tidak percaya dengan iming2 klo bisnis jaringan itu bisa disambi. Sebab faktanya kita haruslah fokus jika ingin merintis bisnis apapun juga. Alhamdulillah,belakangan ini saya melihat beberapa MLM mulai merubah paradigma itu. Dalam artian alasan ‘bisa disambi’ tidak dimuncul2kan lagi.

Banyak yang berhasil di bisnis ini. Saya tidak memungkiri hal itu. Sistem bisnis MLM memang dirancang untuk hal tersebut. Tentunya bagi orang-orang yang full menjalankan bisnis ini bukan? Lebih2 pola pikir, sikap dan tindakannya dikerahkan untuk bisnis MLM, makin dekatlah ia dengan kesuksesan menurut standar MLM tersebut.

Bisnis ini juga butuh prioritas. Saya hanya tidak ingin hari2 diisi dengan seminar2, presentasi2, dan lain sebagainya. Bukan karena saya takut melakukannya. Saya merasakan ada banyak prioritas lain saat ini. Kuyakin orang2 MLMpun sudah punya sistem dan sekumpulan jawaban sanggahan atas opiniku ini. Saya pikir sebuah motivasi juga butuh alasan yang kuat untuk terus dieksekusi.

Terlepas dari itu semua, saya tertarik dengan konsep motivasi MLM. Di MLM, seseorang disetting untuk merubah pola pikirnya untuk selanjutnya melakukan tindakan sesuai dengan pola pikir motivasi yang baik menurut teori. Sistem & perangkat2 untuk menjaga hal tersebut pun sudah disiapkan dengan rapi dan matang. Sehingga rasa semangat terjaga sebaik mungkin. Ya, hasil paling konkrit dari bisnis MLMnya saudara2 saya adalah semangat.

Ayah saya, yang beberapa waktu lalu bertandang ke Surabaya bersama ibu, berkata bahwa sebuah semangat yang baik dan benar berharga mahal sekali (walau harus saya akui juga harga produk-produknya juga mahal). Pada intinya ayah mendukung segala aktivitas positif dan produktif dari keluarga besar kami. Hal ini ia katakan selagi ayah, ibu, dan saya menghadiri acara presentasi Unicore di Surabaya. Kakak saya yang ikut Unicore yang ajak. Hm.. kalo dihitung-hitung, sudah dua kali saya ikut presentasinya Tianshi. Ternyata saya ini prospek banget kali ya?

Omong-omong, saat ini saya juga sedang menjalani semacam bisnis jaringan/MLM. Pekerjaannya lebih prinsip dan esensi. Target pesertanya adalah hampir seluruh umat manusia, muslim khususnya. Pekerjaannyapun tidak semua orang sanggup melakukannya. Hanya mereka yang mendapat petunjuk saja. Petunjuk dan arahan khusus lho… Mengenai produknya saya yakin orang akan puas dibuatnya. Ketagihan bahkan. Resikonya benar-benar nol persen. Saya yakin mereka2 yang tidak ikut MLM ini akan menyesal selama2nya. Tentang bonusnya, besar sekali! Mungkin ini adalah bonus terbesar yang pernah ada.

Ada yang mau ikut? Comment saya aja…

“Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih?”

“(yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.”

”Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam jannah ‘Adn. Itulah keberuntungan yang besar.”

(QS. As Shaf: 10)

“Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang,”

“laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah, dan (dari) mendirikan shalat, dan (dari) membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang.”

”(Meraka mengerjakan yang demikian itu) supaya Allah memberikan balasan kepada mereka (dengan balasan) yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan, dan supaya Allah menambah karunia-Nya kepada mereka. Dan Allah memberi rezki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa batas.”

(QS. An Nuur: 36-38)

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi.”

(QS. Faathir:29)

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu dan itulah kemenangan yang besar.”

(QS.At Taubah:111)

Katakanlah:
“jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.

(QS. At Taubah: 24)

Saat-Saat Cool

Posted on July 5th, 2007 in Motivasi by lingkarpenahalim

13 Juni 07

 Saat
seperti inilah gw ngrasa cukup kondusif untuk menenangkan diri.
Setelah seminggu lalu ngelembur bergelut nuntasin kerjaan buat tas
mikanya TK Al Hikmah. Fiuhh… minggu tenang UAS gw pake buat
kejar2an dengan deadline kerjaan.

Alhamdulillah
siy, gw dapat pngalaman baru kerja buat kerajinan tangan (
handycraft)
macam gituan. Uda gitu gw bisa kerja bareng akh Hayin lagi. Kayak
spons gw klo ma dia!! Gw serap ilmu & pngalamannya tentang kerja2
bgituan. Musti pake metode quantum learning nih… Kliatan emang
kerja dan pngalamannya buat handycraft cukup banyak. Lebih2 bliau
cukup mumpuni kerjanya. Kliatan klo dia itu cukup cekatan. Rapih,
teliti, dan bersih klo kerja. Ciri khas orang yang pngalaman kerjanya
teruji.

Kembali
ke topik saat yang menenangkan. Ya, gw coba nikmati masa2 UAS gw di
rumah Surabaya. Mungkin orang ngira di rumah gw blajar. Emang
harusnya bgitu kan? Tapi gataulah, gw blom nemuin gaya belajar gw
yang paling pas selama kuliah ini. Yang gw pikirin, semoga gw bisa
ngelaluin ini semua dengan baik. Penuh barokah. Btw, barangkali topik
‘barokah’ ini cukup abu-abu klo udah masuk dunia kuliah gw.
Entahlah… gw sering resah karena masalah ini. Astaghfirullah…

Mungkin
karena sdikit banyak kecewa dengan sistem pendidikan di Indonesia
kali ya, gaya belajar gw ga nemuin jalan yang pas. Satu dua mata
kuliah yang gw senangin benar2 gw tekunin. Antusias banget gw
dibuatnya. Smisal matkul
Organizational
Behaviour
, MSDM,
Agama Islam, Pengantar Manajemen, Teori Organisasi, Bahasa Indonesia
dan lain-lain. Klo dikaji, sepertinya gw lebih nyambung dengan huruf
daripada angka. Ini bkn berarti gw ga suka ma itung2an matematis.
Buktinya, klo uda itung2an masalah percetakan dan duit gw jabanin…
(^.^) Tapi gw pikir lebih dari sekedar itu, gw lebih mrasa nyaman klo
uda berhadapan dengan huruf dibanding angka.

Kenyamanan
ini emang penting. Tapi apakah dalam blajar itu kita akan selalu
ngrasa enak? Lagi-lagi keidealan gw dijedot2kan disini. Gw pikir,
setelah sedikit tau secuil pahit manis kehidupan ini, antara nyaman
dan engga nyaman itu bedanya kecil banget. Trus sifatnya relatif
lagi… Dunia ini emang aneh ya? Ahhhh….!!! Lagi-lagi gw
berfilosofi aneh2. Nggak dulu deh untuk yang satu ini… Yang penting
gw mo nikmatin saat2 seperti ini, saat gw sempat untuk nulis seperti
ini. Saat2 gw sempat bikin agenda harian. Saat2 gw bisa baca buku2
gw. Saat2 gw bisa sholat & tilawah dengan tenang tanpa keburu2
hal sepele. Saat2 gw bisa ikut kajian dengan nikmat. Saat2 gw bisa
olahraga di pagi hari. Saat2 dimana gw sempat ngajak ponakan maen dan
blajar. Etece etece, banyak lah….

Emang
siy, kembali lagi ke pola manajemen gw yang masih harus diperbaiki.
Gw baru nyadar apa arti filosofi: manusia dikasi potensi sama
sbetulnya. Begitu juga manusia dikasi waktu sama dalam seharinya, 24
jam. Tapi kenapa dari yang sama itu hasilnya berbeda2?

Yup!
filosofi itu baru gw sadarin baru ini aja. Gw dengan orang2 yang udah
“sukses” sbetulnya sama aja! Tinggal gw aja yang ngaturnya.
Masalahnya, kadang gw sendiri nolak untuk diajak bener. Huh… dasar
Halim, nikmat mana lagi yang kau dustakan ‘Lim?

Petiklah Hikmahnya

Posted on May 16th, 2007 in Kata Kamu by lingkarpenahalim

Sekiranya suatu ujian dirasakan pahit  & amat berat, maka sebetulnya semua itu semata-mata karenakita belum mampu memahami hikmah dibalik kejadian tersebut. Atau karena kita beranggapan bahwa rencana kita lebih baik daripada rencana Allah SWT? 
(Syaikh Yusuf Qordhowi)

Pribadi Berdzikir

Posted on May 11th, 2007 in Oase by lingkarpenahalim

Dzikir menjadi kepribadiannya
Allah Tujuannya
Rasululullah saw teladan dalam hidupnya
Dunia inipun menjadi syurga sebelum syurga sebenarnya
Bumi menjadi masjid baginya
Rumah, kantor, bahkan hotel sekalipun menjadi
musholla baginya
Tempat ia berpijak, meja kerja, kamar tidur;
Hamparan sajadah baginya
Kalau dia bicara, bicaranya da’wah
Kalau dia berdiam, diamnya dzikir
Nafasnya; tasbih
Matanya; penuh rahmat Allah, penuh kasih sayang
Telinganya; terjaga…
Pikirannya; baik sangka, tidak sinis, tidak pesimis,
dan tidak suka memvonis
Hatinya; subhanallah…
diam-diam berdo’a…
Tangannya… bersedekah
Kakinya; berjihad…
Ia tidak mau melangkah sia-sia
Kekuatannya; silaturahim…
Kerinduannya; tegaknya syari’at Allah
Kalau memang hak tujuannya,
Maka sabar dan kasih sayang adalah strateginya
Asma amanina, syahid dijalan Allah
cita-citanya tertinggi teragung
Kesibukannya; ia hanya asyik memperbaiki dirinya.
Tidak tertarik mencari kekurangan, apalagi aib orang lain

______________________

oleh: M. Arifin Ilham
______________________

Untuk Calon Istriku

Posted on May 6th, 2007 in Ta'aruf & Pernikahan by lingkarpenahalim

Assalammu’alaikum Wr… Wb…
Apa kabar calon istriku? Hope u well and do take care…
Allah selalu bersama kita

Ukhtiku…
Masihkah menungguku…?

Hm… menunggu, menanti atau whatever-lah yang sejenis dengan itu kata orang membosankan. Benarkah?!
Menunggu…
Hanya sedikit orang yang menganggapnya sebagai hal yang ‘istimewa’
Dan bagiku, menunggu adalah hal istimewa
Karena banyak manfaat yang bisa dikerjakan dan yang diperoleh dari menunggu
Membaca, menulis, diskusi ringan, atau hal lain yang bermanfaat

Menunggu bisa juga dimanfaatkan untuk mengagungkan-Nya,
melihat fenomena kehidupan di sekitar tempat menunggu,
atau sekadar merenungi kembali hal yang telah terlewati
Eits, bukan berarti melamun sampai angong alias ngayal dengan pikiran kosong
Karena itu justru berbahaya, bisa mengundang makhluk dari ‘dunia lain’ masuk ke jiwa

Bahwa di masa penantian, kita sebenarnya bisa lebih produktif
Mumpung waktu kita masih banyak luang
Belum tersita dengan kehidupan rumah tangga
Jadi waktu kita untuk mencerahkan ummat lebih banyak
Karena permasalahan ummat saat ini pun makin banyak

Karenanya wahai bidadari dunia…
Maklumilah bila sampai saat ini aku belum datang
Bukan ku tak ingin, bukan ku tak mau, bukan ku menunda
Tapi persoalan yang mendera bangsa ini kian banyak dan kian rumit
Begitu banyak anak tak berdosa yang harus menderita karena busung lapar, kurang gizi, lumpuh layuh hingga muntaber
Belum lagi satu per satu kasus korupsi tingkat tinggi yang membuktikan bahwa negeri ini ’sarang tikus’
Ditambah lagi bencana demi bencana yang melanda negeri ini
Meski saat ini hidup untuk diri sendiri pun rasanya masih sulit
Namun seperti seorang ustadz pernah mengatakan bahwa hidup untuk orang lain adalah sebuah kemuliaan Memberi di saat kita sedang sangat kesusahan adalah pemberian terbaik
Bahwa kita belumlah hidup jika kita hanya hidup untuk diri sendiri

Ukhtiku…
Di mana pun engkau sekarang, janganlah gundah, janganlah gelisah
Telah kulihat wajahmu dan aku mengerti,
betapa merindunya dirimu akan hadirnya diriku di dalam hari-harimu
Percayalah padaku aku pun rindu akan hadirmu
Aku akan datang, tapi mungkin tidak sekarang
Karena jalan ini masih panjang
Banyak hal yang menghadang
Hatiku pun melagu dalam nada angan
Seolah sedetik tiada tersisakan
Resah hati tak mampu kuhindarkan
Tentang sekelebat bayang, tentang sepenggal masa depan
Karang asaku tiada ‘kan terkikis dari panjang jalan perjuangan, hanya karena sebuah kegelisahan
Lebih baik mempersiapkan diri sebelum mengambil keputusan
Keputusan besar untuk datang kepadamu

Ukhtiku…
Jangan menangis, jangan bersedih, hapus keraguan di dalam hatimu
Percayalah pada-Nya, Yang Maha Pemberi Cinta,
bahwa ini hanya likuan hidup yang pasti berakhir
Yakinlah…saat itu pasti ‘kan tiba
Tak usah kau risau karena makin memudarnya kecantikanmu
Karena kecantikan hati dan iman yang dicari
Tak usah kau resah karena makin hilangnya aura keindahan luarmu
Karena aura keimananlah yang utama
Itulah auramu yang memancarkan cahaya syurga,
merasuk dan menembus relung jiwa

Wahai perhiasan terindah…
Hidupmu jangan kau pertaruhkan, hanya karena kau lelah menunggu. Apalagi hanya demi sebuah pernikahan. Karena pernikahan tak dibangun dalam sesaat, tapi ia bisa hancur dalam sedetik. Seperti Kota Iraq yang dibangun berpuluh tahun, tapi bisa hancur dalam waktu sekian hari.

Jangan pernah merasa, hidup ini tak adil
Kita tak akan pernah bisa mendapatkan semua yang kita inginkan dalam hidup
Pasrahkan inginmu sedalam qalbu, pada tahajjud malammu
Bariskan harapmu sepenuh rindumu, pada istikharah di shalat malammu
Pulanglah pada-Nya, ke dalam pelukan-Nya
Jika memang kau tak sempat bertemu diriku,
sungguh…itu karena dirimu begitu mulia, begitu suci
Dan kau terpilih menjadi Ainul Mardhiyah di jannah-Nya

Ukhtiku…
Skenario Allah adalah skenario terbaik
Dan itu pula yang telah Ia skenariokan untuk kita
Karena Ia sedang mempersiapkan kita untuk lebih matang,
merenda hari esok seperti yang kita harapkan nantinya
Untuk membangun kembali peradaban ideal seperti cita kita

Ukhtiku…
Ku tahu kau merinduiku, bersabarlah saat indah ‘kan menjelang jua
Saat kita akan disatukan dalam ikatan indah pernikahan
Apa kabarkah kau disana?
Lelahkah kau menungguku berkelana?
Lelahkah menungguku kau disana?
Bisa bertahankah kau disana?
Tetap bertahanlah kau disana…
Aku akan segera datang, sambutlah dengan senyum manismu
Bila waktu itu telah tiba,
kenakanlah mahkota itu,
kenakanlah gaun indah itu…
Masih banyak yang harus kucari, ‘tuk bahagiakan hidup kita nanti…

Ukhtiku…
Malam ini terasa panjang dengan air mata yang mengalir
Hatiku terasa kelu dengan derita yang mendera,
kutahan derita malam ini sambil menghitung bintang
Cinta membuat hati terasa terpotong-potong
Jika di sana ada bintang yang menghilang,
mataku berpendar mencari bintang yang datang
Kalau memang kau pilihkan aku, tunggu sampai aku datang…

Ku awali hariku dengan tasbih, tahmid dan shalawat
Dan mendo’akanmu agar kau selalu sehat, bahagia,
dan mendapat yang terbaik dari-Nya
Aku tak pernah berharap, kau ‘kan merindukan keberadaanku yang menyedihkan ini
Hanya dengan rasa rinduku padamu, kupertahankan hidup
Maka hanya dengan mengikuti jejak-jejak hatimu, ada arti kutelusuri hidup ini
Mungkin kau tak pernah sadar betapa mudahnya kau ‘tuk dikagumi
Akulah orang yang ‘kan selalu mengagumi, mengawasi, menjaga dan mencintaimu

Ukhtiku…
Saat ini ku hanya bisa mengagumimu,
hanya bisa merindukanmu
Dan tetaplah berharap, terus berharap
Berharap aku ‘kan segera datang
Jangan pernah berhenti berharap,
Karena harapan-harapanlah yang membuat kita tetap hidup

Bila kau jadi istriku kelak,
jangan pernah berhenti memilikiku
dan mencintaiku hingga ujung waktu
Tunjukkan padaku kau ‘kan selalu mencintaiku
Hanya engkau yang aku harap
Telah lama kuharap hadirmu di sini
Meski sulit, harus kudapatkan
Jika tidak kudapat di dunia…
‘kan kukejar sang Ainul Mardhiyah yang menanti di surga

Ku akui cintaku tak hanya hinggap di satu tempat,
aku takut mungkin diriku terlalu liar bagimu
Namun sejujurnya, semua itu hanyalah persinggahan egoku,
pelarian perasaanku
dan sikapmu telah meluluhkan jiwaku
Waktu pun terus berlalu dan aku kian mengerti…
Apa yang akan ku hadapi
Dan apa yang harus kucari dalam hidup

Kurangkai sebuah tulisan sederhana ini,
untuk dirimu yang selalu bijaksana
Aku goreskan syair sederhana ini,
untuk dirimu yang selalu mempesona
Memahamiku dan mencintaiku apa adanya
Semoga Allah kekalkan nikmat ini bagiku dan bagimu
Semoga…

Kau terindah di antara bunga yang pernah aku miliki dahulu
Kau teranggun di antara dewi yang pernah aku temui dahulu
Kau berikan tanda penuh arti yang tak bisa aku mengerti
Kau bentangkan jalan penuh duri yang tak bisa aku lewati
Begitu indah kau tercipta bagi Adam
Begitu anggun kau terlahir sebagai Hawa
Kau terindah yang pernah kukagumi meski tak bisa aku miliki
Kau teranggun yang pernah kutemui meski tak bisa aku miliki

Ya Allah…
ringankanlah kerinduan yang mendera
kupanjatkan sepotong doa setiap waktu,
karena keinginan yang menyeruak di dalam diriku

Ya Allah…
ampuni segala kekhilafan hamba yang hina ini
ringankan langkah kami
beri kami kekuatan dan kemampuan
tuk melengkapkan setengah dien ini,
mengikuti sunnah RasulMu
jangan biarkan hati-hati kami
terus berkelana tak perpenghujung
yang hanya sia-sia dengan waktu dan kesempatan
yang telah Engkau berikan
Aamiin…

http://myquran.org/forum/index.php/topic,14859.0.html

BAGAIMANA SEORANG MUSLIMAH MEMANFAATKAN WAKTUNYA

Posted on May 6th, 2007 in Kata Kamu by lingkarpenahalim

AMMA BA’DU

Waktu hidup sangatlah terbatas dan berharga. Namun pada kenyataan, kita sering melewatkan waktu yang sempit tadi, berlalu begitu saja tanpa makna. Ada yang mengibaratkan waktu sebagai sebilah pedang. kalau kita tidak gunakan untuk menebas maka kita lah yang akan ditebasnya. bersama waktu
Hari-hari berlalu begitu cepatnya, detik, menit, jam hari, minggu, bulan dan seterusnya berlalu dengan cepatnya. Ia selalu bergerak dan tak mempedulikan orang yang ada di atasnya. Bila manusia tak peduli juga dan tidak turut bergerak niscaya ia akan tertinggal.

Apabila manusia turut bergerak menyertai waktu, maka mesti ia perhatikan apa aktivitas yang ia lakukan dalam mengikuti pergerakan waktu. Apakah aktivitas kebaikan ataukah sebaliknya. Kalau aktivitas jelek yang ia lakukan niscaya ia akan merugi dan bila kebaikan niscaya keuntunganlah yang akan ia raih. Kita pun mesti ingat bahwa setiap aktivitas tadi baik berupa perbuatan maupun perkataan ada yang mengawasi dan mencatat. Firman Allah

‘ apa-apa yang kamu ucapkan dari perkataan maka disisinya ada malaikat yang dekat dan selalu menyertai’.(Qof:18)

Kenyataan seperti ini tentu akan menggugah diri seorang insan beriman untuk melihat dan mengetahui amala kebaikan yang semestinya ia lakukan dalam bergerak
Tilawah Al Qur’an.

Kita semestinya menyempatkan dan mengagendakan waktu kita untuk membaca firman-firman Allah. Membaca Al Qur’an adalah bentuk aktivitas yang bagus untuk memanfaatkan waktu kita. Bahkan padanya ada pahala yang besar. Pada setiap huruf dari ayat yang kita baca bermuatan pahala, ada 1 kebaikan. Padahal pada 1 kebaikan diganjar 10- 700 kali lipat. Salafus-shalih (para pendahulu yang shalih) senantiasa menjaga kontinuitas dalam membaca Al Qur’an dan mereka terbiasa mengkhatamkan Al Qur’an beberapa kali dalam sebulan. Adapun kita, apabila mempunyai kesibukan yang banyak maka paling tidak , kita menkhatamkan Al Qur’an minimal satu kali dalam sebulan. Untuk kontinuitasnya maka sebaiknya kita mulai membaca Al Quran pada awal bulan, nomor juz yang kita baca disesuaikan dengan tanggal yang ada. Hari ke 1 bulan tersebut kita baca juz 1, hari kedua juz dua hari ketiga juz tiga dan seterusnya sampai genap tiga puluh hari kita selesaikan tiga puluh juz Al Qur’an.

Membaca buku-buku yang bermanfaat.

Aktivitas ini kita lakukan dengan tujuan menambah ilmu dan staqofah kita. Mulailah kita baca buku-buku Islam yang membuat kita mampu berislam dengaan baik dan beribadah kepada Allah dengan ilmu yang benar. Dengan aktivitas membaca ini, kita akan tahu tentang bagaimana sebenarnya kedudukan wanita di zaman jahiliah sebelum islam. Kita pun akan mengetahui bagaimana sebenarnya kerancuan-kerancuan yang dibuat oleh musuh-musuh islam untuk menghancurkan keislaman seorang muslimah.

Berdzikir Kepada Allah.

Jadikan umur kita yang terbatas ini untuk terus ingat kepada Allah. Dzikir ini sebenarnya mudah untuk dilakukan dan semua muslimah bisa menjalankan dimanapun berada. Dzikir bisa kita hiaskan di bibir kita, ketika kita beraktivitas di rumah misalnya. Kenapa ia tak selayaknya kita tinggalkan? Karena ternyata keutamaan dzikir sangatlah banyak “Dan laki-laki serta perempuan yang banyak berdzikir kepada Allah” Rasul pun pernah bersabda
“Perumpamaan orang yang berdzikir dan tidak berdzikir seperti orang yang hidup dan orang yang mati (HR Bukhari dan muslim),

seorang badui pernah berkata kepada rasulullah “sungguh syariat itu sangat banyak bagi saya, maka nasehatilah aku, Nabi bersabda “jadilah lisanmu selalu dalam keadaan dzikir kepadaa Allah (HR Ahmad)

Membaca Al Qur’an adalah dzkir, demikian pula tasbih, tahmid, tahlil, doa. Dan sebenarnya, dzikir itu sendiri merupakan wujud kesyukuran kita kepada Allah Ta’ala,

Mendidik anak. Pendidikan anak merupakan tanggung jawab seorang ibu. Tarbiyah yang terpenting bagi seorang anak adalah adalah tarbiyah shalihah dan menumbuhkan sang anak di atas manhaj rabbani yang lurus. Tarbiyah seorang ibu dari sisi ini memegang peran yang sangat besar daripada seorang ayah, yang memang lebih banyak bertugas di luar rumah.Ibu shalihah yang menumbuhkembahkan anak dengan akhlaq yang mulia dan muamalah yang baik jelas akan menjadi qudwah bagi sang anak.
Silatur rahiim. Aktivitas wajib bagi kita. Semestinya dengan aktivitas ini kita dapat memberikan lebih banyak manfaat kepada kerabat kita, dengan berkata dengan kata-kata yang baik, atau dengan memberikan kaset keislaman, buku-buku dan menasehati ketika dia lalai. Karena Rasulullah pernah bersabda
“Orang yang menunjuki kebaikan maka (pahalanya) seperti orang yang melakukan (HR. Bazzar)

Mendengar kaset kaset yang bermanfaat. Kaset-kaset yang berisi ilmu-ilmu islam di saat ini begitu mudah untuk diperoleh dan mudah pula kita gunakan, khususnya bagi wanita yang punya kesibukan di rumah tangga bersama anak-anaknya. Kita dapat mendengarkan kaset tersebut ketika di dapur mempersiapkan makanan. Jangan kita biarkan sedikit pun waktu kita berlalu tanpa manfaat.
Membantu orang tua kita. Bagi yang belum berkeluarga, kadang beberapa pelajar atau mahasiswi di musim-musim ujian menggunakan sebagian besar waktunya untuk belajar dan meninggalkan pekerjaan rumah agar dikerjakan oleh ibu atau pembantu. Benarkah yang demikian ini? Jawabnya adalah tidak benar, kita bisa belajar namun tugas rumah pun tak pantas kita tinggalkan,dan tentunya kita pun ingin agar ibu kita bisa banyak beribadah kepada Allah ta’ala.

by: vian_alfannu

Next Page »